JANGAH

Di bawah jendela yang terbuka, kuletakan sebuah bait di atas kertas  pucat tidak berwarna. Aku meletakan tulisan tentang rinai hujan, desau angin, kabut senja, udara dingin hingga daun yang gugur. Memaknai tentang yang datang dan yang pergi, tentang yang memulai dan yang mengakhiri serta tentang yang mengingat dan yang melupakan. Lalu kupandangi tentang ruang lega yang tidak lagi membuatku leluasa; hati, agar memklumi bahwa sebuah titik tidak selalu mengakhiri atau membuatnya untuk berhenti.

Ada jiwa yang sedang berselisih disini, dan aku berharap hujan akan meluruhkanya agar dia berhenti untuk menghakimi hatinya sendiri. Hujan, izinkan aku menulis pesan untuk kau hantar pada sepasang mata yang sulit dilihat dan jauh disana. Berilah titik pada perasaanku yang terus mencibir relung hatiku. Aku sangat malu pada perasaan ini, meski aku sudah sampai pada saat untuk mengakhiri nyatanya aku tidak bisa berhenti mencintai.

Masih saja wajah lelaki itu mendadak datang dan aku melihat lagi senyuman yang dulu biasa kau lakukan saat kita berada pada satu waktu yang sama. Seharusnya aku harus menghapus apapun yang terkenang, namun sial! Aku malah menikmatinya sebagai obat rasa lelah setelah seharian berjibaku menjalani kesibukan sebab usahaku untuk melupakan. Seakan semuanya sia-sia  setelah seharian banting tulang untuk lupa lalu di tengah malam kau tiba seenaknya.

Aku menjadi pembenci hujan, sebab rupa-rupa kenangan tergenang dalam ingatan. Entahlah,, aku  sangat ingin melupakan hujan, agar sebuah rindu menghilang jauh dari upuk perasaan. Memang kita pernah dan sempat menjadi satu pada waktu yang lalu dan berpisah di waktu sekarang. Dan aku berharap dimasa depan tidak ada lagi cerita untuk saling menatap, aku sudah enggan mendengar kabar sedikitpun tentangmu. Sakit yang kau emban tidak bisa lagi kau tawar dengan apa pun agar kau pulang. Perubahan memang bergerak cepat hingga setiap detik mengkisahkan berbeda, perihal aku denganmu biarkan saja menjadi cerita yang tidak perlu terbawa pada masa-masa selanjutnya.

Dulu sempat ada ruang nostalgia yang kumiliki.  Dan betapa bodohnya aku jika masih saja mengunjungi tempat itu. Aku sudah muak sekarang, dan ku ingatkan aku adalah sosok yang berbeda.  Kuakui beberapa tahun ini kau berhasil membuatku kacau, aku menjadi wanita gila menunggumu kembali meski sudah jelas  bahwa kau telah pergi. betapa konyol aku saat itu, sumber masalahnya adalah perasaan ini yang masih saja tak berhenti menyayangimu. Diam-diam aku peduli dan sangat khawatir tentangmu. Ya ampun betapa tidak warasnya aku saat itu. Percayalah, yang ku ingat dari mu sekarang tidak lebih hanyalah setumpuk kebencian.

Sebuah catatan untuk cerita yang teramat panjang dulu pasti akan sampai pada titik penerang yang menjawab untuk takdir kita masing-masing. Dan sepenggal kisah didepan ku harap tidak lagi Tuhan menyangkut pautkan denganmu. Entah akhirnya kita bersama atau benar2 berpisah, aku tidak mau memikirkan. Tapi yang aku tau, akan lebih baik kita seperti. Tidak lagi bertemu bahkan menatap wajah masing-masing rasanya aku tidak mau. Dengar!!! aku sudah ikhlas dan memaafkan segala perbuatanmu yang menyakitiku dulu.

Kita sudah sepakat untuk tidak mendikte Tuhan agar tetap mempersatukan karena sesuatu yang bukan bagiannya sampai kapanpun tak bisa menjadi satu, tidak peduli seberapa lama bagian itu digemgam dan kita jaga. Kita sepakat untuk selalu memohon bahwa orang yang kita cintai adalah orang yang dirahasiakan olehnya. Dan hari ini jalinan kita dipatahkan namun jangan sampai harapan   kemarin menghancurkan takdir masing-masing sebab kecewa Tuhan tidak merestuinya. Lakoni saja setiap alur yang Tuhan berikan tanpa terlalu banyak berkomentar atau mengeluh karena Tuhan menyematkan luka di hati kita berdua, yakini saja semua ini adalah terbaik yang harus kita lalui tanpa perlu protes pada keadaan.

 Hakikinya takdir itu telah pasti. Ruahkan saja harapan dalam hari-hari yang kita lewati, agar kelak di masa depan tidak melukai harapan yang tengah bersemi saat ini. Setidaknya jika memang tidak ditakdirkan untuk dipersatukan tidak lantas membuat kita saling menyakiti. Jika memang aku adalah bagian dari takdirmu, berapa kali pun kau putuskan jalan untuk menuju-mu, suatu hari nanti aku akan tetap sampai kepadamu. Bukan usahaku yang begitu keras untuk memilikimu namun karena aku memang ditakdirkan untukmu. Kita sudah tercipta untuk menjadi satu.

DEWI

 

Iklan

Aku Kembali

Selamat pagi, orang2 yang hanya berani menulis dari pada berbicara. Tetaplah menulis agar tidak ditinggalkan sejarah.

Mmm…. Kalian pasti bertanya kemana saja aku selama ini, sengaja memberi jeda untuk menulis agar ada sua-sua rindu yang meretakan pada setiap kata yang kalian baca. Hehehehe… Lama rasanya tidak merasa dirindukan seseorang, jadi sengaja aku menghilang agar sedikit merasa dirindukan. Mungkin karena hati yang masih saja keliru jika mengingat rindu so terasa nyeleneh jika berbicara tentang nya. Hanya sedikit membencinya karena di waktu kebelakang aku merasa bodoh yang mau tanpa tau diperbudak olehnya.

Tidak banyak yang berubah selama aku tidak menulis, aku masih menyukai senja, kopi, dan derap2 hujan malam. Ada banyak cerita yang ingin aku tulis,, sesuatu yang benar-benar membuat aku kerasukan karena terpingkal-pingkal ketawa menulis kelakuan para lelaki bodoh itu.. Mereka memang membuat aku sedikit tidak waras, untung saja hati ku seperti gunung es yang benar2 beku jadi tak meleleh saat jurus modus menderap kuat mengikis pertahana keinginanku untuk menutup hati sementara waktu.

Tapi perlu di ingat setiap hati yang tertutup belum tentu terkunci…hehee jadi pahamkan. 😂 tidak usah di perjelas aku rasa itu sudah sangat cukup.

LELAKI…. Ahhh kenapa kalian ini membuat aku benar2 muak.. Tapi tak dipungkiri suatu saat aku akan membutuhkan kalian.. Kenapa terlalu banyak definisi jelek tentang kalian merangkap rekat dalam pikiran ku ini dan itu membuat aku jiji jika didekati.. Ah jangan kaitkan dengan masa lalu, aku sudah tidak becus lagi mengeja tentang dirinya jadi sudah amnesia, anggap saja begitu. Hanya ayahku saja yang aku percaya kalau lelaki baik hati itu ada. Terkadang aku berpikir mungkin lelaki baik itu sudah langka, apa mungkin??? Ahhh kamu dimana? Kemarilah… Ada wanita gila yang menunggu mu.

Jangan di anggap serius, ini hanya tulisan yang kadang penulisnya tidak menulis dengan serius.

.

.

.

Aku dewi

CERITA EMPERAN

Langit biru seakan menyeruak menabuh hati yang terik..
Angin enggan menghempaskan sebab ada kau..
Kau bersama dia..
Semestaku seakan runtuh seketika..
Kemudian badai menghantamkan asaku yang bermekaran…
Rasaku luluh lantak dijalanan..
Kacau,,

Aku mengeja kembali tentang arti dirimu
Sebelum waktu menghapusnya dalam ingatanku..
Puzzle-puzzle yang kita rangkai
Kembali berantakan
Tak beraturan..
Susah payah kita merangkai dulu
Hari ini kembali menjadi misteri..
Sebab wanita itu!!

Orang ketiga yang kau hadirkan merusak anganku bersamamu…
Bersenang-senanglah…
Jangan takut aku akan mengganggumu..
Karena aku tau di ganggu itu tidak mengeenakan..

Tuhan memang maha asyik, mengambil orang yang ku kira berarti dengan sakit yang melejit seperti ini..
Kemudian memasangkannya dengan wanita murah dipinggiran jalan
dan kulihat serasi sekali kalian rupanya..
Lelaki emperan dan wanita pinggiran jalan..

Aku tau sayang kau terlihat nyaris sempurna,,
Namun ku lihat betapa cacatnya mentalmu..
Tampan dan mapan mu tidak lagi mempan menerpa aku untuk mengampuni kau yang telah berkhianat

Aku tidak menderita,,
Aku tengah berpesta hari ini..
Merayakan kehilangan lelaki ku yang terambil..

Dulu kita tidak lebih seperti sepasang sendal jepit yang selalu bersama kemana pun..
Sebelah sendal ku di curi orang yang membutuhkan..
Lalu harus ku apakan,,?
Ikhlaskan saja.
Nanti ku beli lagi, uangku banyak.

😂

KESATRIA ZONK

Seperti itukah lelaki lain dikata lain di hati, seakan jujur itu sulit. Dia pandai sekali bermain peran dengan bujuk rayunya yang menawan. Lelaki yang berpindah-pindah hati setiap bulan gunta-ganti cinta. Menbuat ku semakin jijik dan muak padanya.

Sudah terlalu banyak aku menemukan para lelaki payah seperti itu, dan itu membuat ku sadar bahwa lelaki baik semakin langka kutemukan. Sebenarnya banyak hanya hati selalu bertele-tele menyetujui tentang siapa yang layak untuk mendekati.

Awalnya aku kira dia adalah lelaki terbijaksana setelahnya, namun aku salah. Ternyata itu adalah salah satu trik jitu dalam memikat hati wanita. Ku akui memang, aku menyukai lelaki yang menjadi leader dari yang lain. Aku menyukai lelaki yang tidak sekedar pintar, tampan atau mapan. Tapi aku menyukai lelaki yang bermental pemimpin. Sebab dia seperti kesatria yang pemberani dan aku adalah putri yang terkurung dengan nasib menjomblo selama 2 tahun dan ketika hendak keluar ada naga api yang menjaga. Lalu kesatria pemberani itu datang ia mengalahkan naga jahat lalu mengeluarkan kutukan jomblo setelah dua tahun ini.

Sang putri yang terkurung jatuh cinta pada kesatria yang telah mempertaruhkan nyawa untuk menyelematkannya. Kemudian kesatria itu pun berjanji akan melindungi sang putri selama hidupnya, sang putri pun semakin jatuh hati dan ia telah memutuskan bahwa kesatria itu adalah sosok yang pantas untuk menjadi pendamping hidupnya.

Ahh… Dongen yang nyaris sempurna bukan? DAN kenyataan sebenarnya setelah putri itu terbebas dia melihat kesatrianya sedang makan malam dengan wanita lain. Hati putri hancur dan kecewa pada kesatria itu kemudian dia memutuskan kembali untuk mengurung dirinya di ruang kejombloan. Sang putri merasa tertipu dan dia kembali menunggu kesatria sejatinya yang akan datang menyelamatkannya dan tidak akan berpaling pada putri lain selain dirinya.

Yah seperti itulah kiranya yang aku rasakan. Bukan perihal patah hati karena telah terdambat pada sosok yang salah namun kecewa karena telah berharap pada sosok yang hanya sekedar singgah dalam hatinya, hanya membuat bahagia sementara, hanya mengeluarkan aku dari kesedihanku lalu setelah itu dia mengurungku kembali dengan waktu yang mungkin lama.

Begitulah lelaki payah setelah diperjuangkan kemudian seenaknya di tinggalkan.

Lelaki payah

Aku yang biasa-biasa saja hanya bisa apa??

Begitu lah lelaki, terkadang bertindak seenaknya, jatuh cinta semaunya, berpindah hati sesukanya. Lelaki seperti itu harus kusebut lelaki yang tidak tau waktu atau tidak tau malu. Namun yang jelas aku tidak menyukainya.

Satu bulan lalu dia bilang mencintaiku, hari ini dia bersama wanita lain. Rasanya ingin ku dorong lelaki seperti itu ke sungai Amazon biar tertelan anaconda sekalian. Bukan karena cemburu, hanya menurutku itu tidak pantas. Bermain-main dengan perasaan itu tidak baik, belum saja dia dibuat menangis olehnya. Aku harap secepatnya perasaan yang ia mainkan akan membalasnya. Biar tidak semakin menjadi menyakiti banyak hati.

Aku hanya menyesal karena telah berniat membuka hati untuknya, aku sedikit terlena dengan berbagai usahanya yang mendekatiku. Tapi aku sadar itu hanya alibi dari seorang lelaki pemain perasaan perempuan. Masih untung tidak kuterima, insting hati memang benar terkait perasaan pada seseorang yang berkata menginginkannya.

Dan kau lelaki terpayah yang kutemui terimakasih telah mengingatkanku kembali bahwa tidak semua lelaki setia tentang perasaannya. Aku akan lebih hati-hati untuk menjatuhkan hati agar tidak menyematkan sakit seperti yang sudah-sudah.

Tuhan.. Jauhkan aku dengan lelaki payah seperti dia. Aku sudah terlalu benci menghadapinya. Memang terlalu banyak lelaki yang mendekati akhir-akhir ini dan membuat ku pusing bukan main. Pusing mendambatkan hatiku pada siapa??? Mungkin padamu. 🤔

UNTUK YANG TERKENANG DARI ATAS KETINGGIAN

“Kita tidak punya apa-apa selain kenangan
Kita tidak membawa apa-apa selain kenangan.”

Ini tentang lelaki yang tidak ku tau namanya. Dan aku berhutang terimakasih padanya. Setidaknya sebelum aku turun ke bawah dari puncak gunung. Aku perlu berterimakasih padanya, memandang wajah nya untuk terakhir kali.

Entah apa yang akan terjadi jika lelaki itu tidak ada, mungkin aku akan mati kedinginan sebab suhu pada waktu itu mencapai 3°. Ini memang pertama kalinya aku naik gunung. Dan itu menjadi sangat menyenangkan berkat lelaki itu.

Wajahnya begitu pucat melihat aku yang mengigil menahan dingin, dada ku terasa sakit. Paru-paruku seakan membeku. Dia berlari-lari mencari sesuatu, yang bisa dibakar. Padahal kita tidak saling mengenal.

Setelah apinya menyala,, dia tidak menjauhiku. Dia duduk disamping dan melirik kasihan padaku sesekali. Aku merasa berharga diperlakukan olehnya. Meski tak berani aku mencoba melihat wajahnya, masker yang ia gunakan rasanya ingin kulepaskan, sungguh aku ingin menatapnya. Tingkah lakunya menjadi pusat perhatianku, ia sama sekali tak diam menjaga agar api itu tidak padam.

Aku duduk sebari menghangatkan badan ku dekat api, kemudian ia memberiku sebuah roti dan membuka wajahnya yang tertutup masker. Aku seakan di buat mati tak berontak di buatnya, matanya yang coklat hanya itu yang ku ingat. Aku bahagia sekali rasanya aku tidak ingin pagi, aku ingin disini bersamanya di puncak ketinggian menunggu sun rise. Tahukah? aku begitu bersyukur sebab Tuhan mempertemukan aku dengan lelaki baik sepertinya.

Andai dia tau bahwa hari-hari aku mencari lelaki pemilik mata coklat, berharap dapat berjumpa kembali dan akan ku ucapkan terimakasih padanya.

Memang selalu ada cerita dibalik perjalanan ke puncak gunung, bukan tentang banyak pohon indah yang ku temui atau melihat kemilau daratan diatas awan. Namun cerita indah ku dapat dari sini, Dimana Tuhan telah menawan hatiku pada lelaki asing itu, aku menemukan sosok lelaki yang membuatku jatuh hati untuk pertama kali setelah 7 tahun aku tidak merasa jatuh hati lagi.

Ku harapkan kau tidak akan keberatan mengenang aku sebagai wanita asing yang kedinginan. Percayalah hari ini aku merasa sangat direpotkan oleh rindu padamu yang tidak mungkin menemukan temu.

Terimakasih lelaki asing pemilik mata coklat, ku ucapkan selamat malam untukmu dari tempat yang begitu jauh.

DANDELION

Setelah berbulan-bulan lamanya. Aku rasa, aku perlu menaruh dandelion di mata coklatmu itu. Agar jika waktu memang tak membawaku untuk bertemu denganmu, angin akan menghantarkan dirimu terbang menemuiku. Angin, jika pun hanya sebatas bayangan tentang lelaki itu yang kau selipkan padaku, aku akan menunggu hingga kau datang membawanya. Hempaskan saja dia, meski hanya sekejap mata aku memandangnya. Karena rasaku seakan telah meluruh pada rupa lelaki asing itu.

Kepada palung malam, lihatlah.. ruang gulitaku kini telah terang dengan kehadiran sosok lelaki asing yang kutemui 4 bulan kemarin. Dia yang kukenal meski lewat angin dengan bahasa yang bisu namun dia telah menyapu bersih ruang kosong yang usang nan berdebu. Hai kau, si pemilik mata coklat. Kelak jika kita bertemu kembali, sapalah aku yang telah lupa menjawab rasa yang serupa.

Di bawah langit Malinau jingga yang mempesona, aku terduduk di tengah belantara ilalang yang mengering dipelantaran bukit. Menggoda pada langit agar ia segera menurunkan hujan sore ini. Ribuan kata-kata seakan melompat disaat pikiranku terbang menujumu. Aku terdiam merasakan hembusan angin, memang aneh sekali bukan? Ada rindu untuk sosok yang begitu asing. Semacam rindu pada sebuah rumah yang sama sekali tidak pernah kutinggali. Entahlah, aku tak tau rindu ini dari mana ia berasal.

Ponselku bergertar, satu pesan kuterima kemudian aku membacanya. Ada pesan kaleng sore ini darinya. Ahh… aku begitu senang sekali. Pesan ini seakan meledakan rindu yang tak kukenali sedari kemarin, senyum dan tawaku seakan telah pecah kemudian berhamburan di sana-sini. Jagad khayalku seketika tumbang karena disaat aku  menengedahkan dirimu, kau mengun-dangku untuk bertemu.

Setelah lama menunggu, akhirnya takdir membawaku untuk menemuimu yang kedua kali. Hari itu kulihat langit biru menyibakan kecerahan yang sempurna. Aku tidak sabar melihat alamanda indah yang beragam dalam perjalanan ini menuju tempatmu. Aku bersama 4 sahabatku yang kau undang datang. Hadir bukan untuk memetik alamanda yang kau tanam 4 bulan lalu. Aku tidak akan meminta untuk menggemgamnya, cukup dengan melihat alamanda-ku telah tumbuh indah dan bersemi saja, aku sudah bahagia.

Aku tiba, dan sesudah aku melihatmu kebahagian seakan telah memeluku begitu hebat. Kepada mata coklat, apa kau merasakan debaran-debaran ini? Debaran yang begitu kencang sampai melibas seluruh bahasa dan ungkapanku. Hatiku seperti sudah mengenalmu dengan begitu dekat, padahal kenyataannya aku tak tau siapa dirimu? Siapa namamu dan dari mana asalmu? Kegusaran menghampiri diriku setiap kali menatap wajahmu itu, aku tak menegerti bagaimana cara mengartikan setiap hal yang kurasa saat ini. Lelaki itu datang tanpa aba-aba, kemudian ia menaruh seluruh rindu begitu saja. Dia kah pangeran senja yang hadir untuk mengisi hari-hariku yang sepi?

Wajah asing yang selalu dihantarkan angin itu, hari ini ia nampak sangat ceria, wajahnya seakan dilumuri oleh tawa dan mulutnya tak berhenti selalu berkata-kata. Tidak ada yang berbeda dalam pertemuan ini, masih dalam keadaan yang ramai dan aku hanya bisa menatapmu di tempat kau berdiri. Tidak lama Kemudian kau duduk berada di sampingku. Kau kembali mengundangku dengan kalimat tanya, tapi saat itu mulai ada yang berbeda, mataku dan matamu seakan ikut berbicara. Keduanya seakan memecahkan rindu yang teramat berat. Ada apa dengan aku dan lelaki asing ini? Apa kah selama ini diam-diam kita saling merindukan? Bagaimana mungkin tahu namanya saja, tidak.

Hai pemiliki mata coklat, rupanya kau adalah teman berbincang yang asyik meski kita tidak saling mengenal. Sekarang kau bisa memanggilku Zia, senang bertemu.

 

images (25)

 

 

 

 

 

 

 

denganmu hari ini.